Kebun Teh Medini Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal Jawa Tengah,Merupakan Pesona Wisata Pegunungan di Jateng dengan Pabrik Teh peningalan Belanda,dengan Seratus tempat wisata seperti Juruk,Goa,Air Panas dll

LightBlog

Breaking

Selasa, 18 April 2017

KEINDAHAN PROMASAN DI KEBUN TEH MEDINI

PROMASAN,itulah salah satu destinasi tempat di wilayah kebun teh medini letaknnya sekitar 3 km dari pabrik teh medini kali ini admin mendapatkan materi dari mas Junadi dg blog pasukan langit




Desa Promasan, mungkin banyak yang masih belum memahami sebuah desa pada lereng Gunung Ungaran pada ketinggian 1800 mdpl yg hanya terdiri berasal sekitar 15 rumah menggunakan hamparan kebun teh yg sangat luas menawarkan sebuah aroma terapi bagi siapa saja yang mengunjunginya. Sepanjang mata memandang kita akan melihat luasnya hamparan kebuh teh yang ialah menjadi mata pencaharian penduduk desa promasan. berasal puncak Gunung Ungaran kita dapat melihat desa ini berasal ketinggian dengan jelas karena desa ini adalah desa terakhir sebelum kita melanjutkan pendakian ke Gunung Ungaran (2050 mdpl).

tidak jauh berasal dari desa tadi, dibawah bukit teh kita akan menemukan sebuah goa jepang residu peninggalan zaman jepang dahulu menjadi bukti kekejaman romusha pada ketika itu. Kita jua akan menemukan sebuah kolam dengan pancuran yang sangat jernih dan dingin airnya. Siang hari di desa Promasan terlihat lengang dan sepi hanya beberapa penduduk yang kadang terlihat entah mau ke perkebunan buat beraktifitas atau mau ke daerah pemandian. Penduduk sini benar-benar memegang teguh kearifan lokal setempat, tanpa ada listrik penjelasan, jalan yang masih berbatu (makadam) bisa dibayangkan begitu sulitnya akses menuju kesana. Kepedulian mereka kepada alam terlihat asal kepribadian dan gaya hayati mereka yang jauh dari teknologi. alat-indera yang mereka pergunakan buat bercocok tanam masih sangat sederhana, tempat tinggal yg masih beralaskan tanah dan masih menggunakan kayu buat pondasi rumahnya, perkebunan dan huma perkarangan terlihat higienis tanpa ada sampah yg berserakan benar2 mencerminkan sebuah kearifan lokal yg sangat sederhana. Sebuah kesatuan antara manusia, alam dan lingkungan yang tersinergi menggunakan baik serta berkesinambungan.

Akses buat menuju kesana bisa melalui beberapa jalur, berasal Kendal kita bisa melalui Boja melalui Kebun Teh Medini dengan jalan makadam berbatu serta bila bagi anda yang senang tantangan trekking anda dapat melewati jalur Jimbaran sebagai jalur utama. Kami mencoba lewat jalur Jimbaran serta berikut catatan bepergian kami :

Terminal Terboyo-Pasar Jimbaran : Minibus (07.00-07.45 Wib.)

dari Terminal Terboyo bepergian dilanjutkan naik Minibus menuju Pasar Jimbaran lebih kurang 45 mnt perjalanan menggunakan tarif Rp. 10.000,00. sampai Pasar Jimbaran yg ialah pasar tradisional penduduk lereng Gunung Ungaran udara cukup sejuk berkisar 25 derajat celcius.

Pasar Jimbaran-Pos I Mawar : Ojek (08.00-08.20 Wib.)

dari Pasar Jimbaran perjalanan dilanjutkan naek ojek kurang lebih 20 mnt dengan tarif Rp. 15.000,00 menuju Pos I atau Pos Mawar dengan jalan yang menanjak melewati perkampungan penduduk. Sebelum sampai Pos Mawar kita akan melewati daerah pariwisata Pemandian Umbul Sidomukti. tempat ini ramai pengunjung menggunakan pemandangan yang terbuka sehingga puncak Gunung Ungaran terlihat kentara berasal sini. Disini selain terdapat kolam renang pula terdapat taman bermain bagi anak-anak serta bagi yg senang tantangan disini jua disewakan kuda buat sekedar refresing atau jalan-jalan di sekitar area Umbul Sidomukti ini.

Pos I Mawar-Pos II Pos Bayangan : Trekking (08.30-09.40 Wib.)

hingga Pos Mawar perjalanan dilanjutkan balik menggunakan trekking menuju Pos II atau Pos Bayangan. berasal Pos Mawar kita bisa melihat Gunung Merbabu serta Gunung Telomoyo serta kami manfaatkan semaksimal mungkin suasana aroma-aroma dagi ini. Awal perjalanan kami memulai kawasan hutan ciri khas pegunungan menggunakan vegetasi yg sedikit tertutup sehingga udara cukup sejuk. Kami sempat mengabadikan foto di sini. Medan kemudian mulai menanjak serta vegetasi mulai terbuka menggunakan sebagai akibatnya cuaca menjadi panas menggunakan jalanan yg berdebu. pada sini kita sempat beristirahat sebentar serta kami baru sadar bahwa poly ada sisa -residu kebakaran hutan. bepergian kami lanjutkan serta medan mulai memasuki kawasan hutan balik dengan banyak pepohonan sehingga suasana sebagai sejuk, ditengah perjalanan kami melewati sungai dan terdapat air terjun kecil sebagai akibatnya suasana menjadi segar. suara air serta angin semilir begitu kami rindukan selama ini. lalu bepergian kami lanjutkan dengan medan yang semakin menanjak serta akhirnya kita hingga Pos II Pos Bayangan dimana terdapat gubuk peristirahatan serta tanah datar cukup buat 2-tiga tenda. karena lokasinya di pada hutan pemandangan tidak terlihat dari sini. asal Pos I mawar sampai Pos II Bayangan perjalanan trekking kami 1 jam 10 mnt plus istirahat.

Pos II Pos Bayangan-Desa Promasan : Trekking (09.45-10.45 Wib.)

Sebelum sampai Desa Promasan kita akan melewati Padepokan Karyatani Sidomukti menjadi daerah orang-orang penganut sirkulasi agama. pada sini asal air sangat melimpah ditampung di sebuak kolam penampungan. setelah melewati hutan dan padepokan, perjalan dilanjutkan melewati kebun kopi serta sehabis menemukan pertigaan ikuti penunjuk arah ke arah kiri jalan menuju puncak sedangkan lurus adalah jalan menuju Medini yaitu jalur lain pendakian lewat Boja, Kendal. pada pengujung jalan kebun kopi kita akan menemukan pertigaan dimana kekiri akan menuju zenit sedangkan ke kanan kita akan melihat hamparan kebun teh dan menuju Desa Promasan. zenit Gunung Ungaran terlihat indah sekali berasal sini. hingga Desa Promasan kami beristirahat dan mengisi perut yg udah keroncongan sembari melihat pemandangan sekeliling kita akan menemukan Gua Jepang peninggalan zaman penjajahan Jepang dulu dan akan menemukan jua kolam pemandian menjadi kawasan kebutuhan sehari-hari Penduduk Desa Promasan. Desa ini sangat terpencil serta jauh dari kota menggunakan berjumlah sekitar 15 kepala famili namun memberikan kedamaian alam yg jarang kita jumpai sekarang ini. Disini persediaan air sangat melimpah serta merupakan sumber air terakhir sebelum melanjutkan bepergian ke puncak Gunung Ungaran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar